elangkelana.com -- INSPIRASI - Pedang Mata Terbalik Ternyata ‘Nyata’. Penggemar Rorouni Kenshin atawa Samurai X pasti tahu banget donk dengan pedang jenis ini. Yup pedang bermata terbalik seperti milik Kenshin Himura ternyata juga benar-benar ada di dunia nyata. Pada bulan Maret yang lalu, pedang mata terbalik otentik yang pernah diverifikasi pertama kali di dunia dipajang di Museum Sejarah Lokal di Shiroi, Chiba, Jepang. Dijuluki Sakabatou dari senjata serupa yang ditampilkan dalam seri Rurouni Kenshin karya Nobuhiro Watsuki, pedang tersebut dianggap tidak lebih dari sebuah karya fiksi hingga muncul di Shiroi tahun lalu.
Keluarga Kawakamimenemukan oedang tersebut pada Oktober tahun lalu di gudang arsip mereka, berasal dari akhir Periode Edo. Panjang totalnya adalah 28,2 cm, dengan bilah pisaunya sepanjang 22,6 cm. Keluarga Kawakami telah bertugas mengelola pemeliharaan kuda dan sapi milik shogun pada waktu itu, dan dengan demikian telah menjadi pemilik dari berbagai artefak dari zaman tersebut.
Karena kelangkaan spesifikasi pedang itu, didasarkan dari ukuran dan posisi bilah pisaunya, belum pernah ada pedang seperti itu yang dimasukkan ke dalam registri resmi pedang Jepang. Meskipun demikian, sebuah panitia khusus akan bertemu pada tanggal 25 bulan ini untuk mempelajari pedang pendek tersebut, mengumpulkan data tentang pedang itu dan mendiskusikan apakah pedang itu harus diberikan status Properti Budaya dari Prefektur Chiba atau tidak.
Sumber : japanesestation

Kelana’s comment:
Wow! That’s real!!! Keren bener. Kalau melihat ukuran pedang ini, tidak terlalu besar sepertinya. Berbeda dengan pedang mata terbalik yang biasa dipegang Kenshin, yang ukurannya sama seperti samurai panjang pada umumnya. Jadi kalau pedang ini terbukti berasal dari jaman Edo, artinya jadi artefak sejarah donk. Kereeeen

Bening Pertiwi 12.00.00
Read more ...
INSPIRASI – Makanan di Anime yang Benar-Benar Ada

elangkelana.com
– Makanan di Anime yang Benar-Benar Ada. Apa jadinya jika makanan yang ada di anime ternyata juga benar-benar ada di dunia nyata. Asyik kan. Beneran? Yuk, cek daftarnya berikut ini.
DORAYAKI – DORAEMON
Siapa yang tidak kenal robot kucing satu ini, dan siapa yang tidak tahu jika makanan kesukaannya adalah kue dorayaki. Ternyata, kue ini benar-benar ada di dunia nyata lho. Sebetulnya kue Dorayaki terbuat dari dua lembar pancake bundar yang direkatkan dengan kacang merah dan sedikit tembem di bagian tengah. Yang membuatnya enak adalah adonan Dorayaki diberi campuran madu. Jadi, sebenarnya doraemon lebih dulu menginspirasi kue ini atau kue ini lebih dulu ada dibanding doraemon?
BENTO – TOTORO
Dalam salah satu cerita di Totoro, diceritakan ketika ibu mereka harus dirawat di rumah sakit maka sang kakak perempuan yakni Satsuki harus menggantikan tugas sang ibu untuk mengurus di rumah sekaligus membuatkan makanan siang yakni bento. Bento itu cukup Sederhana yaitu terdiri dari nasi putih dengan asinan buah plum, ikan, dan kacang yang dalam dunia nyata jauh lebih menggugah selera ya!
KUE ANMAN - SPIRITED AWAY
Dalam anime Spirited Away, dikisahkan suatu malam usai bekerja karakter Chihiro alias Sen sedang memakan kue bernama Anman. Anman sebetulnya adalah kue yang pada bagian dalamnya terdapat pasta kacang manis. Penampilannya tampak biasa saja kan? Tapi jangan khawatir, meski begitu kue ini mampu membuatnya kenyang karena ukurannya yang relatif besar.
SUPER - THICK KATSUDON - BORN TO COOK
Kalau yang ini dari sebuah serial anime yang cukup lama. Dalam serial anime Born to Cook alias Mr.Ajikko, Yoichi Ajiyoshi, diceritakan jika sebelum Yoichi berpetualang serta melakukan pertarungan ilmu masak, dia membuat makanan misterius. Makanan itu dicicipi oleh Murata Genjirou dan diketahui bernama Super-Thick Katsudon. Eits ternyata ga Cuma di Jepang saja, ternyata makanan ini juga sudah bisa dengan mudah ditmukan di Indonesia juga lho.
RAMEN – PONYO
Pasti sudah tidak asing ya dengan makanan yang disebut ramen. Meski begitu, ramen tetap menjadi makanan populer di manga maupun kebudayaan Jepang sehari-hari. Saat itu ceritanya ibu Ponyo sedang membuat sajien ramen super lezat untuk Ponyo dan teman barunya. Sebetulnya ini hanyalah ramen instan biasa, tapi yang membuat menggugah selera adalah topping di atasnya seperti potongan telur yang sangat enak hanya dengan melihatnya saja.
MELON PAN - YAKITAKE JAPAN
Kenapa namanya melon? Karena bentuknya seperti buah melon yang sudah diirisi dan siap disantap. Oh ya, melon di Jepang adalah makanan mahal lho. Salah satu anime Jepang yang cukup berlebihan dalam menggambarkan lezatnya sebuah makanan adalah Yakitake Japan. Dalam serial itu, tokoh Azuma dan teman-temannya kerap membuat roti. Tapi salah satu yang digemari justru Melon Pan ini. Melon Pan sendiri adalah roti manis khas Jepang yang dibuat dari adonan kue dan ditutup dengan adonan yang renyah. Bagian topping dan isinya bervariasi mulai cokelat chips, sirup karamel, sirup maple, krim, atau puding. Hmm, nyam!
ROTI KARE – KUROSHITSUJI
Siapa yang meragukan kemampuan Sebastian, butler Ciels di Kuroshisuji. Dikisahkan jika tokoh Sebastian Michaelis sangat jago memasak termasuk curry pan alias roti kare ini. Makanan ini dibuat dari kare khas Jepang yang dibungkus sepotong adonan roti lalu dilapisi tepung roti/panko dan digoreng sampai adonan mengembang layaknya roti. Saat dimakan, tak hanya aroma roti yang masuk ke mulutmu, tapi juga kare.
KUE PIE - KIKI'S DELIVERY SERVICE
Kue pie sebenarnya bukanlah makanan yang terlalu spesial. Tapi kue pie dari anime ini menjadi spesial karena ada bagian gosongnya. Dalam anime Kiki's Delivery Service ini dikisahkan jika tokoh Kiki harus mengantar kue pie dengan topping berbentuk ikan ke rumah salah satu pelanggannya. Kue pie itu tampak lezat dengan beberapa bagian tampak gosong dan diletakkan dalam sebuah tempat yang dibawa di dalam keranjang anyaman.

Sumber : dbkomik.com

Bening Pertiwi 12.00.00
Read more ...


FAN FICTION – Can’t Stop


Author: Elang Kelana
Rating: teen
Genre: romance
Main Cast: CN Blue – Jung Yong Hwa dan nona Park



“Benarkah? Jadi aku orang yang pertama kali mendengarkannya?” tanya gadis itu tidak yakin. Tapi dia kemudian memasangkan headset ke telinganya dan mengaktifkan pemutar lagu pada gadget yang juga disodorkan padanya. Terdengar denting piano pelan mengalun. Gadis itu pun mulai larut menikmatinya.


Harue han beonman geudaen tteoollyeojwoyo miss you (Once a day I think of you, miss you)

Harue han beonman naneun ijeobolgeyo (Once a day I try to forget you)

Geugeotdo andwaeyo geugeotdo andwaeyo (No I can’t do that, I can’t do that)

Geugeotdo andoemyeon geureom nan eotteokhanayo (If I can’t do that then what do I do?)


Geudae han madie naneun useoyo (I smile at your every word)

Geoulcheoreom maeil sarayo (I live everyday like a mirror)

Naui haruneun geudaeui geosijyo (My day is indeed yours)


Sesaat kemudian, musik yang tadinya lembut dan bertempo lambat berubah cepat.

“Bulu romaku merinding. Ini benar-benar mengejutkan sekali. Seperti membuat hati seseorang bergetar!” ujar gadis itu takjub. Ia semakin larut pada tiap baris syair lagu itu.


Can’t stop me now, Can’t stop me now

Can’t stop me now, Can’t stop me now

Can’t stop me now, Can’t stop me now


Geudaereul darmeun bom hyanggiga ajik chaneyo (Your spring-like scent still exists)

Can’t stop me now can’t stop me now (Can’t stop me now, Can’t stop me now)

Naneun meomchul su eomneyo i can’t stop loving you (I can’t stop it, I can’t stop loving you)


Heutnallineun barame geudae tteoolla (You float in the blowing wind)

Nun busin haessare geudae tteoolla (You rise up in the glowing sunshine)

Naneun meomchul su eomneyo i can’t stop loving you (I can’t stop it, I can’t stop loving you)


Musik yang bertempo cepat, kembali berubah. Deretan nadanya membawa telinga kembali mendengarkan musik yang mengalun pelan dan lembut.

“Saat bergetar, itu membuat jantungmu berdetak juga. Luar biasa sekali. Tidak mungkin, aku kaget sekali. Apa yang sudah kalian lakukan?” puji gadis itu sekali lagi.


Han georeum dwiramyeon heorakhal su innayo miss you (If it’s one step behind could you let me be there, miss you)

Han georeum dwieseo naneun gidarilgeyo (One step behind, I’ll be waiting for you)

Geugeotdo andwaeyo geugeotdo andwaeyo (No I can’t do that, I can’t do that)

Geugeotdo andoemyeon geureom nan eotteokhanayo (If I can’t do that then what do I do?)


Geudae han madie naneun useoyo (I smile at your every word)

Geoulcheoreom maeil sarayo (I live everyday like a mirror)

Naui haruneun geudaeui geosijyo (My day is indeed yours)


Gadis itu pun terus mendengarkan hingga lagu selesai. Beberapa kali tanpa sadar ia memuji lagu yang tengah di dengarnya itu. Wajahnya pun tampak berseri dan memerah. Dan puncaknya, ia tidak bisa lagi menyembunyikan kakagetan dan kekagumannya saat tahu siapa yang menciptakan lagu itu. Bukan hanya satu lagu saja, tapi beberapa lagu pun ia habiskan dalam sekali duduk.


“Terimakasih, ini benar-benar luar biasa!” terakhir ia memberikan pesan agar mereka tetap bersemangat dan menjaga kesehatan.

***

Drrt ... drrt ... ponselnya bergetar

Gadis itu melirik sekilas pada nama familiar yang tertera di layar ponselnya sebelum membuka keypad lock dan mengangkat panggilan itu, “Ya! Apa-apaan kau ini?!” ujarnya kesal.


Tapi bukannya jawaban yang terdengar, malah derai tawa puas yang terdengar dari ujung telepon, “Kau sudah mendengarkannya? Bagaimana, kau suka? Bagian mana yang paling kau sukai?” tanyanya beruntun.


“Kau benar-benar nekat!”


“Tentu saja! Memangnya kenapa, apa aku tidak boleh mengatakannya pada wanita yang istimewa bagiku?” tantang si pria di ujung telepon tadi.


“Ya! Yong Hwa-yah! Kau benar-benar gila!” bentaknya geram. Tanpa sadar wajah gadis itu semakin serupa kepiting rebus. Ia pun menggigit bibir bawahnya berusaha menahan diri. Untung saja sekarang ia tidak berada di depan pria yang tengah berbicara dari ujung telepon.


Derai tawa pria itu kembali terdengar dari ujung sana, “Selamat ulang tahun,” ujarnya setelah puas tertawa. “Aku akan menjemputmu di tempat biasa. Kita akan makan malam,” ujarnya tanpa jeda.


Gadis itu, nona Park nyaris kembali protes. Tapi kali ini ia tidak punya alasan lagi untuk protes. Menghadapi pria sedikit nekat ini memang butuh kesabaran, “Baiklah. Terimakasih. Dan satu lagi, jangan terlambat! Atau aku berubah pikiran,” gadis itu pun menutup pembicaraan. Ia melihat ke arah managernya yang ada di balik kemudi. “Oppa, kita tidak langsung pulang, antar saja aku ke tempat biasa. Setelahnya Oppa bisa pulang duluan. Kali ini ada yang akan mengantarku,” ujar nona Park riang. Ia menatap cermin rias di bagian atas tempat duduknya, tersenyum senang.


Kelana’s comment :

Kisah ini adalah fans-fiction. Jadi murni imajinasi Kelana. Tapi bagian nona Park (you know who) mendengarkan lagu demo yang belum direlease adalah fakta. Dan dia adalah orang pertama yang mendengarkan lagu itu sebelum keluar secara resmi, tepat di hari ulang tahunnya 18 Februari yang lalu. Hmmm ... sepertinya si pembuat sengaja memberikannya sebagai hadiah ulang tahun. Xixixixi ...

Bening Pertiwi 13.23.00
Read more ...
 “Layla, Gorgy mati!” Rin berteriak saat menghambur ke arahku. Wajahnya kusut masai.
“Benarkah? Bagaimana bisa?” tanyaku setelah menawarkannya sebuah pelukan lembut. 
“Aku tidak tahu. Dia pergi setelah kau pulang dari rumahku kemarin, dan saat kutemukan dia pagi ini, di sisi jalan, dia sudah kaku dan dingin!”

Kupandangi wajah manisnya. Itu pasti sulit untuknya. Rin memiliki banyak kucing di rumahnya, tapi Gorgy adalah favoritnya. Bagi seekor kucing, Gorgy memiliki wajah yang menawan. Itulah kenapa dia dipanggil Gorgy. Aku datang ke rumah Rin beberapa kali, tapi kemarin adalah pertama kalinya aku melihat Gorgy. Gorgy memiliki bulu putih bersih dan sepasang mata biru keabuan. Warna yang sangat jarang. “Aku sangat menyesal mendengarnya. Bersabarlah, ok?”
Rin mengangguk lalu menghembuskan nafas panjang. Dia bicara lagi, “Dan aku juga kehilangan gantungan kunciku.”
Aku bergerak dengan gugup, “Maksudmu, gantungan kunci yang kau tunjukkan padaku kemarin? Dengan ornamen berbentuk kucing?” Aku ingat gantungan kunci itu. Kupikir gantungan kunci itu sangat manis, dan sangat mirip dengan Gorgy.
Rin mengangguk lagi, “ Aku menggantungkan kunci laciku disana, dan sekarang aku tidak bisa mengeluarkan buku sketsaku dari laci!”
Aku menelan ludah. Rin sangat lihai dalam menggambar manga. Kehilangan hal seperti itu berarti kehilangan besar baginya. “Itu sangat buruk,” komentarku. Itu hanya komentar basa-basi. Aku tidak tahu lagi harus mengatakan apa.
“Baiklah, sampai jumpa lagi. Mama akan segera menjemputku.” Rin beranjak pergi sambil melambai padaku.
“Sampai jumpa besok,” jawabku dan membalas lambaiannya. Hari itu, aku pulang dengan perasaan tidak nyaman.
***
Rin dan aku baru berteman setahun belakangan. Kami bertemu saat masuk ke SMA dan tidak lama kemudian menjadi teman dekat. Kami memiliki beberapa ketertarikan yang sama. Dia seorang genius dalam menggambar manga, dan aku, paling tidak, mencoba hal yang sama. Aku seorang pecinta buku, dan dia juga sangat menyukai buku. Dan kami juga menyukai kucing.
Aku memikirkan berita kematian Gorgy kemarin saat makan siang di kantin, sendirian. Aku prihatin karena Rin kehilangan Gorgy, dan gantungan kunci dengan ornamen menyerupai Gorgy itu. Aku baru saja bertemu Rin lagi beberapa menit yang lalu. Dengan sabar kudengarkan semua keluhannya. “Aku sangat merindukan momen saat Gorgy menggangguku saat aku bermain komputer. Dan saat aku tidur ... dia akan naik ke atas tubuhku. Dan kadang-kadang ... “
Aku menarik nafas. Bukankan itu hanya kebetulan jika Gorgy mati setelah aku datang ke rumahnya?
“Permisi ... “
Aku nyaris melompat dari kursiku. Aku menoleh dan melihat seorang pemuda tampan yang seusia denganku berdiri di belakangku. Dia tidak memakai seragam, tapi mengenakan kaos dan calana panjang, dan warnanya seputih salju. Aku tidak mendengar kedatangannya.
Dia bicara lagi, “Kau Layla kan? Teman Rin?” pemuda ini melihat lurus ke mataku saat bicara, dan aku terpesona. Warna matanya biru. Apa dia orang asing? Entahlah. Tapi dia bicara dalam bahasa Indonesia dengan fasih.
“Ah, benar.” Aku merasa canggung di depannya. Ada sesuatu dari caranya melihatku ... “Ada yang bisa kubantu?”
Dia mengulurkan tangannya, seperti meminta sesuatu. “Kembalikan apa yang kau ambil darinya.”
Jantungku berdebar, “Huh?”
“Aku melihatmu mengambilnya kemarin. Sekarang kembalikan. Itu sangat penting bagi Rin.”
“M-maksudmu, gantungan kunci?” Aku mencoba mengendalikan suaraku agar tidak bergetar. “Rin mengatakan padaku kalau itu hilang. Tapi aku tidak tahu ada dimana. Tapi, siapa kau?”
Dia semakin mendekat, membuatku kaget. Ada apa dengan orang ini? “Jangan ganti tema pembicaraan. Aku tahu kau memilikinya, sekarang berikan!”
Kecuali mataku mulai berhalusinasi, aku melihat kuku di tangannya tumbuh meruncing menyerupai ... cakar. Sekarang aku benar-benar ketakutan. Dengan tangan gemetar, kuraba sakuku dan mengeluarkan gantungan kunci itu. Aku menyerahkannya, “I-ini.”
Dengan cepat dia menyambarnya dari tanganku.
“M-maaf. Aku ... aku hanya cemburu. Dia menggambar sangat baik. Dan aku ... tidak pernah bisa melakukannya dengan baik ... Tolong jangan katakan padanya, ok? Aku benar-benar menyesal.”
Pemuda itu melirik tajam ke arahku. Aku benar-benar mempermalukan diriku. Kualihkan padanganku ke sekitar. “Tidak akan,” dia akhirnya bicara. “Terimakasih.”
Kemudian dia beranjak pergi. Aku melihatnya saat ia melewati para siswa dan berbelok ke koridor. Setiap gerakannya sangat anggun dan cekatan. Dia bergerak seperti ... kucing.
Gambaran Gorgy, ornamen kucing, dan bayangan pemuda itu di pikiranku. Aku terengah-engah. “Mungkinkah ... ? Tidak mungkin ...”
***
Rin termenung sendirian di depan air mancur di taman sekolah. Dia sedang tidak bersemangat belakangan. Dia mencari di setiap bagian kamarnya, dan gantungan kunci itu tidak ditemukan di manapun. Menggambar di kertas terpisah tidak praktis, itu akan sangat mudah tercecer. Dan Gorgy tidak ada disana untuk menyemangatinya ...
“Rin,” suara lembut seorang pemuda memanggilnya dan Rin menyadari ada seorang pemuda duduk di sampingnya. Dia duduk sangat dekat, membuat Rin merasa canggung.
Rin bertanya pada pemuda itu, “Uh, maaf, tapi apa aku mengenalmu?”
Dia tidak menjawab, hanya tersenyum hangat pada Rin. Rin melihat lebih dekat pada pemuda ini. Dia mungkin orang asing. Warna matanya biru. Dan dia tidak mengenakan seragam, hanya baju putih.
“Ini.” pemuda itu menyerahkan sesuatu pada Rin dan membuatnya terkejut. Itu gantungan kuncinya.
“Ini!” Rin bersorak saking gembiranya. “Terimakasih banyak. Dimana kau menemukannya?”
Masih dengan senyum yang sama, pemuda itu menjawab, “Aku menemukannya ... terjatuh di koridor, sepertinya.”
“Terimakasih ... “ Rin kembali berterimakasih padanya. “Um, siapa kau?”
Pemuda itu masih tersenyum, tetapi sekarang ada sesuatu terpancar dari matanya. Seperti perasaan sedih. Tiba-tiba saja, pemuda itu menyandar dan mengusap-usapkan pipinya pada Rin. Rin terlalu kaget untuk bereaksi, tapi kemudian, dia merasakan sesuatu yang sangat dikenalnya.
“Terimakasih telah merawatku selama ini,” bisik pemuda itu.
Kemudian ia kembali tegak, berdiri dan beranjak pergi. Rin masih membeku di tempat duduknya, masih bingung oleh sensasi yang sangat dikenalnya. Dia melihat ke arah gantungan kunci itu. Ornamen kucingnya sangat mirip Gorgy. Dia tiba-tiba menyadarinya dan dengan cepat berbalik mencari pemuda itu. Pemuda itu sudah pergi.
Rin hanya bisa berbisik sambil menahan air matanya, “Terimakasih, Gorgy.”
THE END
Diterjemahkan dari cerpen berbahasa Inggris majalah “Story”
Written by Kelana
Bening Pertiwi 13.42.00
Read more ...