SINOPSIS dorama Sekai Ichi Muzukashii Koi episode 06 part 2. Keputusan Misaki untuk menerima cinta Reiji membuat sang bos begitu gembira. Reiji tidak berhasil menyembunyikan kegembiraannya bahkan saat di kantor. Padahal Reiji sepakat dengan Misaki, kalau hubungan mereka tidak perlu diketahui oleh publik.



Pada kencan pertama, Reiji-lah yang menentukan tempat kencan, akuarium. Sekarang giliran Misaki yang mengajak Reiji menonton sebuah acara (semacam standup komedi gitu lah). Setelah menonton, Misaki pun mengajak Reiji ke sebuah restoran yang selama ini sering didatangi oleh Misaki, sendirian. Tidak mau memilih menu sendiri, Reiji pun memilih menu yang sama seperti Misaki.


Pelan, Reiji menceritakan soal pesta asosiasi pengusaha hotel akhir pekan depan dan ia mengajak Misaki untuk datang. Tapi tanpa terduga, Misaki langsung menolaknya tanpa ragu karena sudah punya rencana lain untuk datang ke dokter gigi dan penata rambutnya. Perdebatan antara keduanya tak terhindarkan. Reiji beranggapan kalau pesta asosiasi pengusaha hotel lebih penting, sementara Misaki tidak bersedia karena akan sulit mendapatkan janji temu dengan dokter gigi dan penata rambutnya kalau janji kali ini dibatalkan. Perdebatan merembet hingga nama Gosuke yang pernah disebutkan Misaki yang akhirnya sekarang jadi nama restoran di hotel baru mereka.


“Kau mau kalau hubungan kita dirahasiakan dari karyawan lain. Karena aku setuju, sekarang giliranmu yang setuju dengan kemauanku,” protes Reiji.


“Tapi ini pesta asosiasi hotel. Kalau seperti ini, artinya aku mencampurkan urusan pekerjaan dengan urusan pribadi,” elak Misaki.


“Ini pekerjaan!” ujar Reiji akhirnya tegas. “Sebagai presdir pada karyawannya, aku mengajakmu utnuk datang. Apa kau masih mau menolak juga?” tidak mau mendengar protes lain dari Misaki, Reiji pun mengatakan kalau ia juga mengajak Ieyasu untuk datang juga.


Misaki pun tidak punya pilihan lain, “Baiklah. Karena ini pekerjaan, aku tidak punya pilihan lain. Aku akan membatalkan janjiku untuk akhir pekan nanti.”



Reiji mengomel seperti biasanya di depan sekt.Maiko, masih soal Misaki. Perdebatan mereka malam itu rupanya masih menyisakan perang dingin.


“Jadi, Anda tidak bicara dengannya sejak malam itu?”


“Aku bukan anak-anak. Saat kamu berpisah, kukatakan padanya untuk hati-hati di jalan,” elak Reiji.


“Anda tidak mengantarkannya pulang?”


“Bukan situasi yang tepat.”


Reiji dan Misaki pun sama sekali tidak bertukar pesan sejak perdebatan itu. Sekt.Maiko merasa kalau itu mulai mengkhawatirkan.


Mulanya, Reiji berpikir kalau ada yang salah dengan ponselnya. Tapi saat diperiksa di toko ponsel, tidak ditemukan kerusakan apapun.


“Kenapa tidak Anda duluan yang mengirim pesan padanya?”


“Karena aku yang terakhir mengirim pesan, sekarang giliran dia!” Reiji makin manyun. Egonya tinggi. Bahkan saat sekt.Maiko mengatakan tidak ada aturan soal siapa yang mengirim pesan duluan, Reiji kembali mendebatnya.



Ieyasu menyusul Reiji yang akan makan siang. Ia begitu gembira karena mendengar dari Misaki, ia juga diajak untuk datang ke pesta asosiasi pengusaha hotel bersama Reiji. Dan kenarsisan si Ieyasu ini sudah sampai ubun-ubun, ia berpikir kalau Reiji benar-benar berniat menjadikannya sebagai tangan kanan.


Reiji kesal. Bukan hanya karena waktu menuju makan siangnya yang terganggu, tapi juga karena terpaksa harus mengajak Ieyasu juga ke pesta akhir pekan ini. Tapi Reiji tidak punya pilihan lain. Toh akhirnya Misaki juga mau ikut ke pesta itu, meski mereka sempat berdebat.



Reiji sedang berada di pusat kebugaran sendirian saat Misaki datang. Kencan terakhir yang tidak berjalan baik membuat situasi keduanya menjadi canggung.


Tapi Misaki mendekati Reiji dan menyodorkan sebuah tempat, “Ini yang kujanjikan kemarin.”


Reiji bingung. Tapi ia juga menerima benda itu dan melihat isinya. Ternyata CD yang seperti acara pada kencan terakhir mereka. A Selection of Best Rakugo Performances. “Terimakasih.”



Sepulang dari kantor, Reiji langsung memutar CD yang diperolehnya dari Misaki. Sesekali ia tersenyum. Dan tidak lama setelahnya Reiji tertawa lepas mendengarkan CD itu. Selesai mendengarkan, Reiji pergi mandi. Tapi ia juga masih menunggu pesan dari Misaki.


Keluar dari kamar mandi, Reiji akhirnya memutuskan untuk mengirim pesan terlebih dahulu pada Misaki. Aku tertawa keras. Ini pertama kalinya aku tertawa keras bahkan sejak aku pertam pindah ke apartemen ini. Pesan terkirim. Reiji pun meletakkan ponselnya di meja dan duduk bersila di ranjang, menunggu jawaban Misaki.


Di seberang, Misaki pun membuka ponselnya dan melihat pesan dari Reiji. Misaki tersenyum membaca pesan itu. Ia pun kemudian mulai mengetikkan pesan balasan. Aku juga selalu tertawa di ruanganku tiap kali mendengarkannya. Luar biasa bisa membuat kita tertawa lagi meski telah berkali-kali mendengarnya.


Bahagia mendapat balasan dari Misaki, Reiji pun segera mengetikkan balasan. Kalau aku masih punya lagi, bisa pinjamkan juga untukku. Maaf mengganggumu tengah larut malam. Selamat malam.


Balasan dari Misaki pun datang tidak lama setelahnya. Tentu saja. Aku akan pilihkan yang menarik untukmu. Selamat malam.



Tidak puas hanya bertukar pesan, Reiji pun memencet nomer Misaki. Tidak butuh waktu lama hingga suara Misaki terdengar menyapa dari seberang juga. “Apa kau tahu cara mengatakan ‘Oyasuminasai’ dari belakang?”


“Tidak,” ujar Misaki di seberang.


“Isanami Suyao.”


Misaki tersenyum mendengar ucapan Reiji. Mungkin dia berpikir ini lelucon, “Seperti nama seorang novelis.”


Dan obrolan mereka pun berlanjut. Reiji dan Misaki dengan mudah membuat rangkaian cerita dari tokoh fiksi Isanami-sensei ini. Dari insomnia hingga kebiasaan buruk bergerak saat tidur. Cerita berlanjut juga tentang istri Isanami-san, Isanami Shiho-san yang jago memasak. Dst ...


Obrolan tokoh fiksi Isanami Suyao ini ternyata bisa melelehkan dinding beku di antara Reiji dan Misaki. Keduanya asyik mengobrolkan tokoh fiksi ini hingga tidak sadar waktu sudah sangat larut. Misaki mengingatkan kalau ini sudah pukul 3 pagi.


Reiji melirik jam. Ia mengerti, “Akan buruk kalau kita tidak segera tidur,” ujarnya.


Keduanya pun saling berbalas salam. Tapi bukan ‘oyasumasai’ seperti biasa. Melainkan Isanami Suyao dan Isanami Shiho.


Dan saat Isanami Shiho dibaca dari belakang jadi ... "Hoshi... minasai.” Yang artinya lihatlah bintang-bintang. Penasaran, Reiji pun keluar dari apartemennya. Dari sana, langit terlihat gelap tapi penuh bintang kecil bertaburan.



“Aku salah paham tentang kegunaan ponsel sampai sekarang. Mengirim foto dan video games, masih ada banyak hal menarik untuk dilakukan, bicara dengan seseorang lewat ponsel. Orang tidak mengerti itu. Karena memang jarang ada pembicaraan dengan ponsel sekarang kan?” Reiji curhat. Ia asyik membuat coretan pada kertas yang ada di depannya.


Sekt.Maiko yang penasaran mencoba melihat, tapi Reiji buru-buru menarik dan menutupinya. Reiji mengatakan kalau itu gambar novelis Isanami Suyao-sensei. Tapi sekt.Maiko berpikir belum pernah mendengar nama itu. Reiji tidak hanya membuat gambar Isanami Suyao-sensei saja, tetapi juga gambar istrinya, Isanami Shiho.



Tidak hanya menggambarnya saja, Reiji bahkan mewarnai gambar pasangan Isanami yang tadi dibuatnya di kantor. Kemudian mengirimkannya pada Misaki.


Di apartemennya, Misaki membuka gambar kiriman itu dan tersenyum. Dia lebih tua dari yang kupikirkan. Aku harap Isanami-sensei akan panjang umur.


Mendapat balasan seperti itu, hati Reiji makin berbunga-bunga. Rasa sukanya pada Misaki pun semakin dan terus saja bertambah.



Hari berikutnya, Reiji menghubungi presdir Wada. Presdir Wada dibuat terkejut karena ternyata Reiji berhasil mengajak Misaki untuk diajak datang ke pesta asosiasi pengusaha hotel. Reiji tampak sedikit sok dan menyombongkan diri. Di seberang, presdir Wada pun tidak mau kalah.


“Tolong hati-hati, jangan sampai kau tunjukkan sisi menyedihkanmu, ok?” ujar presdir Wada.


“Kau juga begitu, temanku!” tegas Reiji.



Hari yang dijadwalkan untuk pesta pun tiba. Sekt.Maiko sudah datang bersama Ieyasu. Mereka masih menunggu Misaki yang belum datang. Ieyasu mulai ribut karena Misaki belum juga datang.


Tidak lama setelahnya, Misaki pun tiba dengan dres gelap sederhana, “Maaf sudah membuatmu menunggu.”


“Kau telat, Misaki-chan. Orang baru harusnya datang satu jam lebih awal dari jadwal bertemu kan,” ceramah Ieyasu.


Tapi sekt.Maiko buru-buru menengahi dan mengatakan kalau tidak ada aturan seperti ini. Mereka pun masuk ke ruangan pesta, menemui Reiji yang sudah ada di dalam.



Sementara Ieyasu dan Misaki masuk, sekt.Maiko berada di luar. Dari arah lain, presdir Wada tampak datang dengan dua orang wanita yang bergelayut di masing-masing tangannya. Sepertinya ia sangat gembira. Sekt.Maiko hanya menatap presdir Wada dingin.


“Mantan kekasihnya yang ada di sebelah kanan,” ujar sekretaris presdir Wada yang tiba-tiba saja sudah menjejari sekt.Maiko.


“Oh jadi itu tipe yang disukai presdir Wada,” komentar sekt.Maiko.



Pesta pun dimulai. Seorang wanita berumur tapi tampak glamor berdiri di tengah panggung dan memperkenalkan diri sebagai ketua asosiasi pengusaha hotel untuk tahun ini. Sambutan pun berlanjut, meski tidak semua orang di ruangan itu benar-benar mendengarkan.


Reiji berdiri di sebelah Misaki. Ia heran karena tidak melihat Ieyasu. Misaki mengatakan kalau Ieyasu pergi untuk mengambil minuman. Kemana Ieyasu sebenarnya?


Ieyasu rupanya menemui presdir Wada. Ia memperkenalkan diri sebagai karyawan masa depan Samejima Hotel. Rupanya Ieyasu tertarik dengan warna coklat kulit presdir Wada dan ingin tahu dari salon mana ia mendapatkannya.


Dipuji seperti itu, tentu saja presdir Wada makin naik. Ia mengatakan kalau warna itu didapatkannya dari mandi cahaya matahari di luar negeri, secara alami di pulau Cebu dan Maldives. Ieyasu tidak menyia-nyiakan ini dan minta kontak presdir Wada. Tapi presdir Wada rupanya tidak terlalu tertarik dan justru malah mengalihkan pembicaraan.



Sekt.Maiko menyusul masuk ruangan pesta. Dan tatapannya kembali bertemu dengan tatapan presdir Wada yang tengah asyik merayu wanitanya. Merasa tidak nyaman, sekt.Maiko pun memilih pergi keluar.


“Jangan anggap aku orang jahat. Yang menolak tawaranku kan kamu?” presdir Wada menyusul sekt.Maiko keluar ruangan.


Ucapan presdir Wada ini menghentikan langkah sekt.Maiko. Tapi saat ia berbalik dan berniat bicara, rupanya presdir Wada sudah keburu pergi. (kisah cinta si sekretaris ini rumit juga sih)



Ketua asosiasi pengusaha hotel, Takada-san bicara pada Reiji. Wanita ini tampak sangat membanggakan aksesoris yang dikenakannya. Reiji hanya tersenyum sekadarnya saja, tidak terlalu tertarik. Sementara Misaki hanya menyimak dalam diam.


Sementara Reiji bicara dengan pengusaha hotel lain, Ieyasu bicara dengan Misaki. Ia justru membahas soal jimat keberuntungan yang pernah diberikan Reiji padanya. Ieyasu mulai sok membanggakan diri kalau dirinya adalah karyawan favorit sang bos. Tapi Misaki sendiri sebenarnya tidak benar-benar paham, maksud dari perkataan Ieyasu ini.



Tidak ingin waktunya dengan Misaki diganggu, Reiji mengusir Ieyasu dengan menyuruhnya mengambil makanan. Saat itu presdir Wada mendekat bersama wanitanya.


“Kalian berdua tampak simpel ya?” sapa presdir Wada. “Misaki-chan, apa kabarmu?”


“Saya baik, terimakasih.”


“Berapa lama sejak kita bertemu ya?”


“Mungkin satu tahun,” ujar Misaki juga.


Presdir Wada lalu mengkritik Reiji dan Misaki yang tidak berdiri berdekatan, padahal mereka kencan. Reiji menengahi dan mengatakan kalau ia sudah cerita soal hubunganya dengan Misaki pada presdir Wada juga. Presdir Wada lalu membahas soal Reiji yang akhirnya punya kekasih. Ia bahkan mengungkit soal wanita yang pernah dikenalkannya pada Reiji dulu.


“Samejima-kun sudah bekerja keras dua bulan ini,” lanjut presdir Wada.


Misaki heran, “Apa maksudnya ‘bekerja keras’?”


“Kau tidak tahu? Dia mengencanimu supaya dia punya pasangan di pesta ini. Iya kan?” ujar presdir Wada tak bisa dikendalikan lagi.


“Bukan ... bukan seperti itu,” elak Reiji cepat saat melihat wajah kecewa Misaki.


Presdir Wada dan wanitanya tampak (pura-pura) terkejut karena Misaki tidak tahu, “Ini karena kami terus saja mengejeknya karena tidak punya pacar. Kami keterlaluan ya?”


Mendengar semua ini, Misaki pun memilih pamit pergi.



Reiji mengejar Misaki keluar dan mencoba menjelaskannya. “Kau keliru.”


“Itulah kenapa kau begitu putus asa. Akhirnya jelas bagiku, kenapa kau begitu ingin mengajakku untuk datang ke pesta ini.”


“Tidak ... kau keliru. Ini berbeda dengan apa yang dia katakan,” elak Reiji.


“Kau memberikan Ieyasu jimat keberuntungan karena ingin di menang dalam permainan jankenpon kan. Karena kau tidak ingin aku pergi untuk perjalanan bisnis. Kau membuatku jijik!” Misaki lalu berbalik pergi.



Reiji tidak punya pilihan lain selain kembali ke pesta. Saat itu tepat musik dan lampu dinyalakan, saatnya dansa. Presdir Wada berdansa denganwanitanya. Sementara Ieyasu berdansa dengan wanita lain yang tadi datang bersama presdir Wada. Dan karena tidak punya pasangan, Reiji pun terpaksa berdansa dengan ketua asosiasi pengusaha hotel, Takada-san.


“Dia lebih baik dari yang kukira. Dia sangat percaya diri,” puji Takada-san.


Meski berdansa dengan Takada-san, Reiji tampak sangat tidak menikmatinya. Ia Cuma bergerak begitu saja, tetapi pandangannya entah kemana. Dan ejekan dari presdir Wada pun kembali terdengar.



Keluar dari ruangan pesta selesai dansa, Reiji sudah ditunggu oleh sekt.Maiko. Sekt.Maiko melapor kalau Misaki sudah pergi. Reiji tampak tidak terlalu peduli dengan hal itu.


“Ini malapetaka,” cerita Reiji.



Pulang ke apartemen, Reiji masih terus saja ngomel-ngomel. Sekt.Maiko memberi saran agar Reiji menghubungi lebih dulu. Tapi Reiji menolak karena tidak tahu harus bicara apa.


Sementara itu, Misaki sudah pulang juga ke apartemennya sendiri. Dalam ruangan gelap, Misaki terduduk di kamarnya. Beberapa kali ia memandang ponsel yang ia letakkan di meja. Misaki menunggu ada panggilan masuk di sana. Tapi tidak ada yang terjadi.



Tapi Reiji akhirnya berubah pikiran. Setelah sekt.Maiko pergi, Reiji mengambil ponselnya dan menelepon Misaki. Di seberang, Misaki juga belum tidur dan masih dengan cepat menjawab telepon dari Reiji.


Sambil duduk di lantai, Reiji bicara, “Isanami Suyao-sensei akan mengadakan konferensi pers. Itu tentang permintaan maaf. Sepertinya dia agak kejam pada istrinya, Shiho-san. Dia merasa sangat menyesal. Dalam konferensi itu, dia mengatakan akan menyelesaikan dan memperbaiki kebiasaan tidurnya yang kacau.”


Mendengar cara Reiji minta maaf, Misaki pun perlahan luluh, “Shiho-san, istrinya juga mengadakan konferensi pers permintaan maaf. Dia sangat menyesal karena emosi tanpa bicara baik-baik.”


Obrolan soal Isanami Sensei dan Isanami Shiho pun terus berlanjut. Reiji dan Misaki benar-benar berbaikan dengan cara yang unik.


Ponsel adalah penemuan terbaik manusia. Kami mulai kencan, meski berada di tempat berbeda. Dengan begini, aku bisa merasakan lagi kebahagiaan itu. Bisa bicara denganmu.


Reiji tiba-tiba saja lalu mengajak Misaki untuk bertemu. Reiji awalnya ragu dengan ide ini. Tapi tanpa terduga, Misaki juga setuju untuk bertemu.


“Kita akan bertemu?” Reiji masih tidak percaya.


“Ya. Tapi kita tidak akan berdansa kan?” ujar Misaki dengan senyum terkembang.


BERSAMBUNG


Sampai jumpa di SINOPSIS Sekai Ichi Muzukashii Koi episode 07 part 1


Pictures and written by Kelana


FP: elangkelanadotnet, twitter : @elangkelana_net

Bening Pertiwi 14.48.00
Read more ...

SINOPSIS dorama Sekai Ichi Muzukashii Koi episode 06 part 1. Berhari-hari Reiji galau lantaran ungkapan cintanya masih belum mendapatkan jawaban dari Misaki. Tapi, hari itu Misaki berjanji akan memberikan jawabannya di pusat kebugaran, tempat mereka biasa bertemu. Dan jawaban Misaki adalah ...



Misaki pulang ke apartemennya. Dipandanginya foto pria tua yang dia panggil kakek. Kakek Misaki dulunya bekerja sebagai penerima tamu di depan sebuah hotel.


Presdir sangat mirip dengan kakekku. Saat kukatakan mirip, bukan soal penampilan. Tapi soal sikap terhadap pekerjaan, dan kadang menunjukkan sisi lucunya. Kakekku persis seperti itu. Aku kehilangan orang tuaku sejak masih kecil dan kakek yang membesarkanku sendirian.



Sesekali kakek mengajak Misaki jalan-jalan. Meski Misaki khawatir, tapi kakek selalu mengatakan tidak ada masalah. Melihat kakeknya seperti ini, Misaki pun memutuskan bermimpi untuk dapat bekerja bersama dengan kakeknya dan bahkan bisa memiliki hotel sendiri.


Misaki masih SMA saat ia bilang pada kakeknya akan menyusul bekerja di hotel setelah lulus. Tapi kakek melarang dan mengatakan Misaki untuk melanjutkan sekolah lebih dulu. Misaki berkeras, tapi akhirnya menuruti juga kemauan kakeknya itu.


Aku bekerja keras agar lebih baik dari kakek. Dan saat aku bekerja di Paris, kakek terus saja menyembunyikan keadaan fisiknya yang makin buruk. Dan dua tahun kemudian kakek meninggal. Pada akhirnya, kakek tidak melihatku bekerja di hotel dan aku tetap tidak bisa menyainginya.



Misaki masih ada di area pemakaman saat seorang pria mendekatinya, seorang pengacara. Pengacara itu memberikan sertifikat tanah yang ditinggalkan kakeknya, atas nama Misaki. Misaki pun mendatangi tempat tanah itu berada. Sebuah tanah lapang yang berada tidak jauh dari laut dengan pemandangan luar biasa. Tempat yang tepat untuk sebuah hotel.


Untuk mewujudkan mimpi kakek, aku memutuskan kembali ke Jepang. Dan sekarang aku bekerja di hotel dengan pertumbuhan tercepat, Samejima Hotel. Meski karyawan lain takut pada presdir yang seolah seperti iblis, kalau mereka tahu sisi lain presdir, pasti pendapat mereka akan berbeda. Kadang dia berbohong seperti anak SD. Atau berteriak kegirangan. Beberapa saat lalu, dia melihat wajahku dan tersenyum bahagia. Semuanya adalah hal yang kukagumi dari presdir.



Sekt.Maiko menutup telepon setelah bicara dengan Reiji. Menurutnya Reiji akan pergi kencan jadi mereka bisa pulang duluan. Reiji dan Misaki akan kencan di akuarium.


“Tapi itu baik kan, kalau kencan mereka di akuarium? Karena itu adalah satu-satunya tempat kencan yang dipahami presdir,” ujar Katsunori-san.


Sekt.Maiko pun mengiyakan ide itu. Mereka ikut senang karena dengan jadiannya Reiji dengan Misaki, artinya Reiji akan punya pasangan kencan untuk pesta mendatang.



Misaki tengah mengambil beberapa gambar saat Reiji mendekat. Dengan sabar, Reiji menjelaskan satu per satu jenis ikan yang ada di akuarium itu. Reiji mengaku kalau sejak kecil ia memang suka binatang. Bahkan saat di sekolah dulu, tugasnya adalah merawat hewan peliharaan kelas. Sementara Misaki mengaku kalau dulu dia adalah ketua kelas. Tebakan Reiji soal Misaki rupanya tepat. Reiji bertanya soal ikan favorit Misaki yang dijawab dengan menunjuk salah satu jenis ikan. Menurut Reiji, ikan itu namanya pilchard, ikan yang sederhana untuk pilihan sederhana.


Reiji bicara serius, “Saat kencan, bisakah jangan kau panggil aku presdir?” pintanya kemudian. Reiji mempersilahkan Misaki memanggil sesukanya, nama keluarga atau nama depan.


Misaki tersenyum mengerti, “Kalau begitu, Rei-san.”


“R-Rei-san? Rei-san. "Reiji" without the "Ji"... Rei-san...” Reiji dibuat takjub dengan pilihan Misaki.


“Apa Anda lebih suka dipanggil Reiji-san?”


Reiji mengelak cepat,”Rei-san, terdengar ribuan kali lebih baik.” Reiji pun minta izin memanggil Misaki dengan Misa-san, yang disetujui juga oleh Misaki.


Keluar dari akuraium, Reiji dan Misaki berjalan menikmati angin luar. Saat ditanya, Reiji mengaku kalau yang tahu hubungan mereka hanya sekretaris dan sopirnya. Misaki juga mengaku kalau ia sudah cerita pada Mahiro soal hubungannya dengan Reiji.


Reiji mengajukan usul kalau besok ia akan mengatakan soal hubungannya dengan Misaki pada karyawan lain. Tapi Misaki menolak ide itu, karena ia tidak mau karyawan lain jadi canggung dan juga tidak ingin mencampurkan antara pekerjaan dan masalah pribadi. Reiji pun setuju hal ini, dan beranggapan kalau di kantor mereka kembali adalah atasan dan bawahan saja.


“Apa kau hanya punya satu ponsel?” tanya Reiji saat Misaki mengeluarkan ponselnya.


“Ya, Cuma ini.”


“Aku juga, Cuma ini,” Reiji cengar-cengir memberikan kode. “BTw, aku masih belum punya kontak lengkapmu,” modus Reiji.


Misaki tersenyum mengerti. Ia pun mengajak Reiji bertukar kontak mereka yang membuat wajah Reiji makin sumringah. Malam itu kencan mereka berjalan dengan sukses. Bahkan sampai di apartemennya pun, Reiji masih saja terus senyum-senyum. Senyumnya makin lebar saat ada pesan dari Misaki, Aku bersenang-senang hari ini. Aku juga ingin belajar lebih banyak lagi soal ikan. Selamat malam.



Para karyawan sudah datang saat Reiji baru saja tiba. Seperti biasa, mereka menyapa Reiji. Tapi balasan Reiji pagi itu benar-benar luar biasa. Saking bahagianya, Reiji pun menjawab sapaan dari para karyawannya itu dengan senyum-senyum. Misaki yang ada di antara mereka berusaha bersikap senormal mungkin. Tidak hanya para karyawan saja, tapi Sekt.Maiko pun dibuat takjub dengan tingkah Reiji pagi itu.


Beragam komentar langsung bermunculan. Karyawan heran karena sudah lama Reiji tidak lagi menjawab sapaan mereka dan kali ini menjawab dengan sangat sumringah. Dan seperti biasa, Ieyasu mulai berdelusi soal hubungan warna dasi-nya dengan sapaan Reiji. Tidak ingin terlibat obrolan atau dicurigai, Misaki justru buru-buru kembali ke mejanya dan sibuk dengan pekerjaan.



Di ruangan, Reiji langsung curhat pada sang sekretaris. Ia merasa sangat bahagia karena kencannya ternyata berjalan lancar. Sekt.Maiko menjawab sarkas, itu karena Reiji baru kencan tiga hari.


“Tapi jatuh cinta itu luar biasa kan? Jangan iri. Kuharap kau juga segera menemukan seseorang sepertiku. Aku tidak membayangkan hidup tanpa kekasih,” Reiji masih saja mengumbar senyum lebarnya.


“Begitu? Jadi Anda akan kencan lagi setelah kerja nanti?”


“Kami akan kencan akhir minggu. Di samping itu, Misa-san punya rencana hari ini. Aku tidak bisa menemuinya karena punya pekerjaan juga,” aku Reiji.


Sekali lagi, sekt.Maiko dibuat takjub, “Presdir, Anda memanggilnya Misa-san?”


Reiji mengangguk mengiyakan, “Dia memanggilku Rei-san. Cara dia memanggilku seperti itu, membuat namaku jadi keren.”


“Kalau Anda begitu menyukainya, haruskah saya memanggil Anda dengan ‘Rei-san’ juga?” sindir sekt.Maiko.


“Hentikan. Itu jadi ... tidak terdengar keren!”



Ieyasu menyusul Reiji saat jam makan siang. Mereka berada di lift turun. Ieyasu mengajukan ide untuk makan bersama. Tapi Reiji tampak tidak antusias sama sekali.


“Aku memutuskan setelah dua bulan kita makan bersama, Anda dan aku akan makan siang bersama lagi,” ujar Ieyasu.


“Menyesal sekali, tujuanmu tidak akan tercapai,” ujar Reiji dingin.


Ieyasu akhirnya merasa kalau belakangan Reiji, sang bos, tampak tidak terlalu antusias bicara dengannya, bahkan hanya sedikit bicara. Menurut Ieyasu, Reiji hanya lebih perhatian pada karyawan baru saja. Alarm bahaya menyala di kepala Reiji, ia mengelak cepat. Tapi Ieyasu belum menyerah. Ia mengaku tahu kalau Reiji dan Misaki bertemu di pusat kebugaran. Reiji buru-buru mengelak kalau itu kebetulan.


Tapi ketakutan Ieyasu ternyata ... konyol, “Apakah Misaki-chan adalah kandidat presdir baru?”


“Huh, kau bilang apa?” Reiji bingung.


“Jangan pura-pura. Sebagai tangan kanan Anda, aku tidak akan tinggal diam jika dia (Misaki) jadi penerusmu!” ujar Ieyasu.


Reiji benar-benar tidak habis pikir dengan isi kepala karyawannya satu ini, “Sejak kapan kau jadi tangan kananku?”


“Tidak hanya tangan kanan, tolong percayakan juga tangan kiri Anda!”


“Lebih baik kau tutup mulut saja, membuat moodku jadi buruk!” Reiji pun keluar dari lift dengan kesal.



Misaki membantu Mahiro yang sedang mempersiapkan bahan-bahan untuk rapat. Mahiro mengaku menyerah mengejar cinta ketua tim Goro-san. Ia mengaku kalau sejak pesta perayaan pernikahan Katsunori-san, Mahiro sadar kalau ketua tim Goro-san tidak tertarik padanya. Misaki terkejut dengan keputusan Mahiro ini. Ia khawatir pada Mahiro.


“Aku akan menemukan pengganti secepatnya. Kenalkan padaku kalau kau punya kenalan pria tampan ya?” pinta Mahiro kemudian.



Reiji datang ke bar dan minum bersama presdir Wada malam itu.Ia pun sudah menceritakan soal Misaki yang kini sudah jadi kekasihnya. (hubungan dua presdir ini memang aneh. Di sisi lain mereka adalah saingan, di lain sisi mereka bersahabat). Mendengar kabar itu, presdir Wada pun memberikan selamat dan mengajak Reiji untuk toas minuman.


“Ada yang ingin kukatakan padamu Wada-san. Sebenarnya, tidak ada satupun strategi yang kau katakan padaku, membantu. Pengakuan perasaanku padanya yang membuat kami akhirnya kencan, semuanya adalah ideku. Dengan kata lain, aku memenangkan hatinya dengan kekuatanku sendiri!” ujar Reiji sok.


“Maaf kalau itu tidak membantu. Tapi aku tidak pernah mengira kalau kau dan Shibayama Misaki akan kencan,” presdir Wada berubah serius. “Kau juga tahu kan, kalau aku bertemu dengannya di Paris beberapa kali?”


Reiji curiga, “Jangan bilang, kau akan menceritakannya soal rahasia romansa kantoran.”


“Tentu saja aku tidak akan menceritakannya. Kau bisa percaya sedikit kan? Jadi, kau akan mengajaknya ke pesta minggu depan kan?”


“Memang begitu seharusnya kan. Itulah alasan awalnya, aku memilih dia,” ujar Reiji.


“Baguslah, karena kau sudah memenangkannya.” Presdir Wada kemudian menceritakan soal ketua baru asosiasi pengusaha hotel, Takada dari Yokohama Imperatto Hotel yang terkenal sangat suka berdansa.


“Kelihatannya menarik kan?”


“Itulah, beruntungnya kau sudah punya pasangan tahun ini. Kalau kau sendirian sementara semua orang berdansa ... bukankah kau akan terlihat menyedihkan?” (nggak ngerti ini maksud presdir Wada apaan deh. Sekedar mengingatkan atau malah membuat Reiji makin terpojok?)



Sekt.Maiko tengah mengecek email undangan pesta asosiasi pengusaha hotel untuk Sabtu ini. Dan salah satu point yang ditonjolkan adalah ... dansa. “Apa presdir tahu cara berdansa?”


Katsunori-san yang ada di dekatnya mengiyakan, “Sepertinya dia pernah belajar saat masih di Inggris, dia mengambil bagian dalam pesta dansa tiap malam.”


Sekt.Maiko agak ragu untuk satu hal ini. Tapi Katsunori-san meyakinkan kalau Reiji sangat percaya diri untuk bidang satu ini. “Baik kau atau beruang, presdir mengatakan tidak masalah kalaupun pasangannya tidak bisa berdansa.”


“Kenapa kau bandingkan aku dengan beruang?” sekt.Maiko tampak tidak senang.



Reiji rapat dengan para karyawannya. Saking bahagianya, Reiji tidak begitu memerhatikan. Ia justru meminta pendapat Misaki soal rencana yang tengah disusun dalam rapat itu. Tidak ingin berlama-lama, Reiji pun menutup rapat itu dan beranjak pergi.


Langkah Reiji terhenti saat mendengar ketua tim Goro-san mengatakan kalau ia ada perjalanan bisnis akhir minggu ini dan menawarkan rekan-rekannya jika ingin ikut. Mahiro tampak ragu, sementara Ieyasu tidak memberikan jawaban. Tidak ada pilihan lain, Misaki pun mengajukan diri untuk berangkat. Tentu saja Reiji kesal dengan ini.


Tapi Mahiro rupanya berubah pikiran. Ia pun tiba-tiba saja mengajukan diri untuk ikut pergi. Ieyasu pun mengacungkan tangannya. Karena Goro-san tidak bisa memilih siapa yang akan diajaknya pergi, Reiji pun turut campur. Ia usul agar ini ditentukan dengan permainan jankenpon—batu-gunting-kertas. Mereka semua setuju dengan hal ini. Tapi alarm bahaya kembali terdengar di kepala Reiji, ia mengingatkan kalau mereka ikut, artinya mengorbankan libur. Tapi Ieyasu mengatakan tidak masalah, karena mereka memang sudah mengerjakan proyek ini sejak awal.


Tidak bisa membiarkan kesempatan mengajak Misaki batal, Reiji pun menyuruh mereka semua bubar dan bertemu lagi setelah makan malam untuk menyelesaikan semua itu. “Orang yang punya keinginan terbesar, yang akan memenangkan tiket perjalanan bisnis ke Kyoto!”



Reiji kembali di ruangannya. Ia sudah heboh di depan Katsunori-san dan sekt.Maiko, kalau rencananya mengajak Misaki kemungkinan batal. Reiji menceritakan kalau ada kemungkinan Misaki akan ada perjalanan bisnis ke Kyoto akhir minggu ini.


“Kalau Misa-san menang dalam permainan jankenpon ini ... “


“Kalau begitu, bilang saja padanya untuk membatalkan perjalanan bisnis itu,” saran sekt.Maiko.


“Tapi kita jadi atasan dan bawahan kalau di kantor ... “ Reiji makin panik.


Tapi Katsunori-san menenangkannya dan mengatakan kalau masih ada harapan. Bisa saja Ieyasu atau Mahiro yang menang. Reiji lalu meminta Katsunori-san untuk melakukan sesuatu untuknya.



Malam itu, Mahiro seperti biasa keluar dan makan bersama Misaki. Ia tampak menyesal karena mengajukan diri untuk ikut pergi bersama ketua tim Goro-san, padahal tadinya ia sudah mengaku menyerah soal perasaannya.


“Saat ada peluang, aku berpikir kalau mungkin saja ini kesempatan terakhir, jadi aku ambil,” aku Mahiro.


Misaki mengerti, “Kalau begitu, aku yang mundur saja.


“Ah jangan! Karena kalau pun aku menang, itu pasti jadi takdirku dan aku akan lebih percaya diri. Selain itu, bukankah presdir juga bilang kan, orang yang punya perasaan kuat yang akan menang,” Mahiro makin yakin.



Diam-diam, Reiji menyusul Ieyasu yang ada di toilet. Ia berupaya supaya si Ieyasu ini yang nantinya bisa menang dalam jankenpon. Ieyasu mengaku selama ini tidak pernah kalah. Tapi saat dicoba, ternyata dua kali Ieyasu selalu kalah. Reiji kesal dengan gaya sok anak ini.


Tapi Ieyasu belum menyerah. Ia berpikir kalau nanti pasti akan menang. Melihat semangat karyawannya yang satu ini, harapan Reiji perlahan kembali. Ia pun memberikan ‘jimat keberuntungan’ pada Ieyasu dan berpesan agar kalau menang nanti, Ieyasu harus benar-benar serius dengan proyeknya.


“Kalau aku menang, bisa kita makan siang bersama?” pinta Ieyasu kemudian.


“Tentu saja. Kamu boleh makan apapun yang kamu,” ucapan Reiji ini makin membakar semangat si Ieyasu.



Permainan jankenpon pun siap dimulai. Bahkan karyawan lain pun ikut bergabung untuk menonton. Reiji yang awalnya mendukung Ieyasu untuk menang akhirnya kesal karena Ieyasu ini justru langsung kalah di percobaan pertama.


Sekarang tinggal Misaki dan Mahiro yang bersaing. Ieyasu pun memberikan jimatnya pada Misaki, karena ia tidak mau Mahiro yang nantinya akan menang. Reiji yang tahu hal ini melarangnya, karena ia lebih suka Mahiro yang menang, bukan Misaki.


Permainan berikutnya dimulai. Setelah percobaan ketiga, akhirnya Mahiro-lah yang menang. Reiji tentu sangat senang dengan hasil ini. Ia tidak peduli pada yang lain, yang ia pedulikan adalah masih ada kesempatan mengajak Misaki ke pesta asosiasi hotel.



Reiji kembali ke ruangannya dengan perasaan yang lebih lega, tapi tetap saja mengomel kesal. Saat kencan besok, Reiji berencana akan meminta Misaki untuk menemaninya datang ke pesta asosiasi hotel. “Gaya kami adalah tidak mencampurkan kehidupan pribadi dengan pekerjaan.”


“Jadi setelah akhir pekan, saya akan memasukkan nama Anda dalam daftar undangan yang akan datang,” ujar sekt.Maiko. “Kemana Anda akan kencan besok?”


“Kuserahkan pada Misa-san. Dia bilang, tempat dia ingin mengajakku untuk datang.”



Akhir pekan pun datang. Misaki sudah berdandan rapi saat jarum panjang jam menunjuk angka 11 lewat. Ia pun mengambil ponselnya dan mengirimi Reiji sebuah pesan. Aku akan datang jam 1 nanti. Sampai jumpa nanti.


Reiji pun tengah bersiap di apartemennya. Beberapa pakaian diambilnya dan dicobanya, tapi belum ada yang cocok. Pesan dari Misaki pun mengalihkan perhatian Reiji. Saking senangnya mendapat pesan dari Misaki, Reiji sampai bingung untuk memberikan balasan. Dari balasan gaya imut, tegas hingga akhirnya Reiji memilih gaya pesan ‘datar’. Reiji yang tidak sadar kalau sudah banyak menghabiskan waktu hanya untuk membalas pesan Misaki akhirnya buru-buru ganti pakaian dan bersiap pergi.



Kemana Misaki mengajak Reiji pergi? Mereka datang ke sebuah acara ‘Shoten’ (Na nggak yakin juga apa ini). Dan dalam waktu singkat saja, Reiji sudah bisa ikut tertawa seperti penonton lainnya. Reiji melirik ke arah Misaki yang tampak sangat senang melihat acara itu.


Tak terasa, acara pun selesai. Saat ditanya oleh Reiji, Misaki mengaku suka karena pernah dengar dari kakeknya. Reiji pun mengaku kalau ternyata acara ini jauh lebih menarik dari yang ia perkirakan sebelumnya. Reiji bahkan berpikir untuk mendengar lebih banyak lagi.


“Kalau begitu, aku bisa pinjamkan CD-nya kalau kau mau?” tawar Misaki yang tidak mungkin ditolak oleh Reiji.


Tapi semua ternyata tidak berjalan lancar seperti yang diinginkan. Bagaimana Reiji dan Misaki akan menghadapinya?


BERSAMBUNG


Sampai jumpa di SINOPSIS Sekai Ichi Muzukashii Koi episode 06 part 2


Pictures and written by Kelana


FP: elangkelanadotnet, twitter : @elangkelana_net

Bening Pertiwi 14.30.00
Read more ...

Bagaimana summer kalian, Guys? Semoga asyik ya. Yang udah masuk sekolah, semoga menikmati kelas dan teman-teman baru. Yang baru masuk kerja, ya semoga kerasan aja. Dan ... jangan lupa simak lagi drama summer berikut ini.




Eigyou Buchou Kira Natsuko


Tayang: Pada pukul 22.00 mulai Kamis, 21 July 2016


Stasiun TV: Fuji TV


Penulis naskah: Inoue Yumiko (Isan Souzoku, Hirugao, Pandora Series)


Genre: kantor


Pemeran: Matsushima Nanako, Matsuda Ryuhei, Harada Taizo, Ito Ayumi, Ishimaru Kanji, Okada Yoshinori, Isao Itsuji, Daigo, Adachi Rika, Shirasu Jun, Takagi Wataru, Takahashi Konosuke, Matsubara Chieko


Sinopsis:


Kira Natsuko (Matsushima Nanako) adalah seorang wanita karir sukses sebagai direktur kreatif pada perusahaan periklanan. Dia menikah dengan Kotaro (Harada Taizo) sebelum 40 tahun dan memiliki anak lalu mengambil cuti melahirkan. Tiga tahun kemudian, dia kembali bekerja. Tapi situasinya berubah sama sekali dan Takagi Keisuke (Matsuda Ryuhei) sekarang yang jadi direktur kreatif. Perusahaan mengalamai kemunduran dan sejumlah karyawan dipecat. Natsuko diterima lagi tapi tidak di departemen kreatif, melainkan departemen penjualan yang berbeda dengan harapannya. Dia harus berurusan dengan berbagai macam masalah antara pekerjaan dan keluarganya. Tidak ingin dibantu oleh ibu mertuanya, (Matsubara Chieko), Natsuko mempekerjakan seorang perawat bayi (Ito Ayumi). Tapi kehadiran perawat bayi membuat keluarganya menjadi semakin jauh. Di perusahaan, dia juga tidak lagi percaya diri dan menjadi frustasi. Tidak lama kemudian, dia dan suaminya pun mengalami masalah.


Website: www.fujitv.co.jp/kiranatsuko



Yisan Sozoku Bengoshi Kakizaki Shinichi


Tayang: Pada pukul 23.59 mulai Kamis, 7 July 2016


Stasiun TV: NTV


Penulis naskah: Hayashi Makoto (Doctor Chousahan, Doctor X Seasons 2 – 3, Strawberry Night Series)


Genre: hukum


Pemeran: Mikami Hiroshi, Morikawa Aoi, Sakai Wakana, Toyohara Kosuke, Okina Megumi (bintang tamu), Sasai Eisuke (bintang tamu), Izumiya Shigeru (bintang tamu)


Sinopsis:


Kakizaki Shinichi (Mikami Hiroshi) sebenarnya adalah seorang pengacara yang brilian tapi dihukum dan kehilangan kredibilitas setelah berkelahi dengan penuntut dalam sebuah kasus. Dengan hutang yang banyak, Kakizaki kesulitan memiliki kepercayaan diri atas kliennya. Kemudian tanpa terduga, dia mendapat klien pria kaya soal warisan. Kakizaki tidak pernah muncul di pengadilan dan dia menjadi pengacara ahli bidang warisan.


Website: www.ytv.co.jp/kakizaki




Denshichi Torimonochou


Tayang: Pada pukul 20.00 mulai Jumat, 15 July 2016


Stasiun TV: NHK BS Premium


Penulis naskahs: Moriwaki Kyoko (Watashi o Mitsukete, Ginnikan, Last Dinner), Yamamoto Mutsumi (Kounodori, Yae no Zakura)


Karya asli: Denshichi Torimonochou oleh Jinde Tatsuro


Genre: sejarah


Pemeran: Nakamura Baijaku, Katono Taiko, Tokushige Satoshi, Tanaka Misako, Harada Natsuki, Ishibashi Renji, Matsudaira Ken


Sinopsis:


Denshichi (Nakamura Baijaku) dari Kuromoncho adalah bagian dari kepolisian. Dia menghukung para penjahat di jalanan pada zaman Edo dengan sebuah benda yang dipercayakan padany oleh inspektur Toyama Saemon (Matsudaira Ken), yang merupakan seorang hakim di Kitamachi.


Website: www.nhk.or.jp/jidaigeki/den7




Yassan ~ Tsukiji Hatsu! Oishi Jikenbo


Tayang: Pada pukul 20.00 mulai Jumat, 22 July 2016


Stasiun TV: TV Tokyo


Penulis naskah: Oshima Satomi (Hanamoyu, Koisuru Hae Onna, Hayami-san to Yobareru Hi)


Karya asli: Yassan Series oleh Hara Koichi


Genre: makanan


Pemeran: Ihara Tsuyoshi, Emoto Tasuku, Yamamoto Maika, Kamiji Yusuke, Itaya Yuka, Satomi Kotaro, Sasaki Nozomi (bintang tamu)


Sinopsis:


Yasu (Ihara Tsuyoshi) yang tidak punya uang dan tempat tinggal dari Ginza punya mulut kasar tapi peduli dan dikenal oleh orang-orang sekitarnya sebagai Yassan. Dihormati oleh Tsukiji dan bahkan chef hotel, dia memiliki kemampuan dan pengatahuan soal makanan. Suatu hari, seorang pria muda Takao (Emoto Tokie) yang bekerja di perusahaan IT, dipecat dan minta jadi muridnya. Bersama Takao, Yassan menghukum orang yang menyia-nyiakan makanan dan masa lalunya pun perlahan terkuak.


Website: www.tv-tokyo.co.jp/yassan




Yowamushi Pedal


Tayang: Pada pukul 21.00 mulai Jumat, 26 Agustus 2016


Stasiun TV: BS Skyperfect


Penulis naskah: Fukihara Kota


Karya asli: Yowamushi Pedal oleh Watanabe Wataru


Genre: olahraga


Pemeran: Ogoe Yuki, Kimura Tatsunari, Fukazawa Taiga, Gomoto Naoya, Tomotsune Yuki, Baba Ryoma, Kujirai Kosuke, Yashima Ryo, Teruma, Hirai Hiroki, Asato Yuya, Sakurai Minami, Takigawa Eiji, Suzuki Hiroki, Kitamura Ryo, Miyazaki Shuto, Aoki Soramu, Akimoto Ryutaro, Ueda Keisuke, Murata Mitsu


Sinopsis:


Onoda Sakamichi (Ogoe Yuki) fans berat Akihabara yang aneh, baru saja masuk SMA di perfektur Chiba. Dia mencoba bergabung dengan klub anime di sekolah untuk mendapatkan teman. Tetapi, Sakamichi bertemu teman sekelas Imaizumi Shunsuke (Kimura Tatsunari) dan Naruko Shokichi (Fukazawa Taiga). Karena suka bersepeda dia bergabung dengan klub bersepeda. Dipimpin oleh kapten, Kinjo Shingo (Gomoto Naoya), siswa kelas tiga, anggota klub ingin jadi yang terbaik dalam kompetisi antar sekolah. Sebagai orang baru, Sakamichi mengalami bersepeda dengan Imaizumi dan Naruko, balapan untuk siswa kelas satu dan pelatihan empat hari 1000 km. Siapa yang akan terpilih untuk kompetisi antar sekolah?


Website: www.bs-sptv.com/yowapeda




Suizokukan Girl


Tayang: pada pukul 22.00 mulai Jumat, 17 June 2016


Stasiun TV: NHK


Penulis naskah: Arai Shuko (Higanbana, Mother Game, Shima no Sensei)


Karya asli: Suizokukan Girl oleh Mokumiya Jotaro


Pemeran: Matsuoka Mayu, Kiritani Kenta, Sawabe Yu, Adachi Rika, Uchida Asahi, Kinoshita Houka, Nishida Naomi, Toda Keiko, Ishimaru Kanji, Ito Shiro


Sinopsis:


Sudah tiga tahun Shima Yuka (Matsuoka Mayu) bergabung dengan perusahaan ekspor impor. Tetapi, dia banyak melakukan kesalahan. Yuka sebenarnya diminta pindah ke Hamakaze Aquarium. Training harian dengan seniornya, Kaji Ryohei (Kiritani Kenta); Imada Shuta (Sawabe Yu); Yoshizaki Kazuko (Nishida Naomi); kepala departemen umum Kurano Hisayuki (Ishimaru Kanji) dan direktur akuarium misterius Utsumi Ryotaro (Ito Shiro) seperti angin ribut. Bahkan lumba-lumba yang diurusnya pun tidak bisa diatur. Meski begitu, Yuka tetap berpikir positif.


Website: www.nhk.or.jp/drama10/suizokukan




Kami no Shita o Motsu Otoko


Tayang: Pada pukul 22.00 mulai Jumat, 8 July 2016


Stasiun TV: TBS


Penulis naskah: Sakurai Takeharu (Yamegoku, Take Five, Ataru Series)


Genre: komedi misteri


Pemeran: Mukai Osamu, Kimura Fumino, Sato Jiro, Hino Shohei, Takuma Shin, Hirosue Ryoko, Kitaro (bintang tamu), Usuda Asami (bintang tamu), Matobu Sei (bintang tamu), Emoto Tokio (bintang tamu), Tokunaga Eri (bintang tamu), Ishibashi Renji (bintang tamu)


Sinopsis:


Tomonaga Ranmaru (Mukai Osamu), Kamekanbo Hikaru (Kimura Fumino) dan Miyazawa Kanji (Sato Jiro), yang bertemu dalam situasi enah, naik mobil untuk makan dan tidur di penginapan dalam perjalanan ke penjuru Jepang untuk mencari seorang geisha bernama Miyabi (Hirosue Ryoko).


Website: www.tbs.co.jp/ranmaru_tbs




Gurame! ~ Souri no Ryoriban


Tayang: Pada pukul 23.15 mulai Jumat, 22 July 2016


Stasiun TV: TV Asahi


Penulis naskah: Hishida Shinya


Karya asli: Gourmet ~ Daisaishou no Ryorinin oleh Nishimura Mitsuru


Genre: makanan


Pemeran: Goriki Ayame, Takito Kenichi, Takahashi Issei, Shinkawa Yua, Naito Risa, Matsuo Yukimi, Miyake Hiroki, Kohinata Fumiyo


Sinopsis:


Perdana menteri Ato Ichiro (Kohinata Fumiyo) dan sekretasi pribadinya Koga Seiji (Takito Kenichi) memutuskan untuk mengembalikan chef kediaman perdana menteri dan membuat penunjukkan pertama sejak perdana menteri Yoshida Shigeru nyaris 70 tahun.


Koga bertemu Ichiki Kurumi (Goriki Ayame) yang berusia 25 tahun menunggu di meja dari restoran tradisional Jepang dan mendapati dia adalah chef. Koga mendekati Kurumi dan memintanya datang ke kediaman perdana menteri sebagai chef Ato dan dia setuju meski masih ragu. Kurumi membuat makanan untuk tamu internasional di kediaman itu. Tapi, dunia chef didominasi oleh pria bahkan di kediaman perdana menteri. Chef kepala Kiyosawa Haruki (Takahashi Issei) memperlakukan Kurumi dengan tidak baik.


Website: www.tv-asahi.co.jp/gurame




Crow’s Blood


Tayang: mulai Sabtu, 23 July 2016


Jaringan: Hulu


Penulis naskah: Moto Azabu Factory


Karya asli: Crow’s Blood oleh Akimoto Yasushi


Genre: horor misteri


Pemeran: Watanabe Mayu, Miyawaki Sakura, Miura Takahiro, Kashiwagi Yuki, Iriyama Anna, Kizaki Yuria, Kato Rena, Mukaichi Mion, Yokoyama Yui, Matsui Jurina, Hasegawa Tomoharu, Kaku Tomohiro, Maiko, Bessho Tetsuya, Sometani Shota, Lily Franky, Dan Mitsu


Sinopsis:


Isozaki Kaoru (Watanabe Mayu) adalah anak kelas tiga SMA biasa yang sekolah di sekolah khusus putri. Seorang siswi misterius Togawa Maki (Miyawaki Sakura) yang latar belakangnya misterius datang ke kelas Kaoru. Suatu hari, Maki mimisan dan berwarna hitam secara tiba-tiba, mengagetkan teman-temannya. Kenapa darahnya hitam dan siapa dia sebenarnya? Semua orang yang dekat dengan Maki dan mencoba memecahkan misteri, terlibat kasus aneh. Kemudian infeksi darah hitam misterus menjangkiti sekolah.


Website: hulu-japan.jp/crows-blood




Otoko Meshi


Tayang: Pada pukul 24.12 mulai Sabtu, 16 July 2016


Stasiun TV: TV Tokyo


Penulis naskahs: Nemoto Nonji (Night Hero Naoto, Hatsukoi Geinin, Yowakutemo Katemasu), Shimizu Masashi


Karya asli: Otoko Meshi oleh Fukuzawa Tetsuzo


Genre: makanan


Pemeran: Namase Katsuhisa, Emoto Tokio, Uchida Rio, Takahata Yuta, Tozuka Junki, Kinoshita Takayuki, Kimoto Takehiro, Miura Masaki


Sinopsis:


Seorang mahasiswa Wakamizu Ryota (Emoto Tokio), yang sedang mencari pekerjaan terlibat dengan gangster. Hidup Ryota diselamatkan oleh Yanagiba Ryuichi (Namase Katsuhisa), bos dari Yanagiba-gumi dan Ryota pun akhirnya membawa Yanagiba ke rumahnya. Mengabaikan Ryota yang ingin Yanagiba pergi secepatnya, Yanagiba menggunakan bahan-bahan di lemari es dan membuat makanan. Tanpa diduga, makanan itu enak meski bahan-bahannya agak maksa. Inilah awal hidup dua orang yang terhubung oleh makanan.


Website: www.tv-tokyo.co.jp/otokomeshi




Koekoi


Tayang: Pada pukul 24.52 mulai Sabtu, 9 July 2016


Stasiun TV: TV Tokyo


Penulis naskahs: Ohashi Rieko (Kari Kare, Kuro no Onna Kyoushi, Shima Shima), Miura Naoyuki


Karya asli: Koekoi oleh Doruru


Genre: romantis


Pemeran: Nagano Mei, Ryusei Ryo, Sakurai Takahiro, Ochiai Motoki, Otomo Karen, Sakurada Dori, Mizutani Kaho, Shiraishi Shunya, Morio Yumi, Karata Erika


Sinopsis:


Yoshioka Yuiko (Nagano Mei) harus istirahat karena flu saat baru saja masuk sekolah. Dia mendapat telepon dari teman sekelasnya yang sempurna Matsubara-kun (suara oleh Sakurai Takahiro). Suaranya di telepon membuat hati Yuiko berdetak kencang. Tapi saat dia datang ke sekolah hari berikutnya dan mencoba menemui Matsubara-kun, dia bertemu pria misterius yang mengenakan tas kertas di kepalanya. Inilah awal kehidupan sekolah Yuiko.


Website: www.tv-tokyo.co.jp/koekoi


 

Cr. All English text from www.jdramas.wordpress.com


Kelana hanya menerjemahkan dalam bahasa Indonesia


Posting at www.elangkelana.net


 
Bening Pertiwi 14.37.00
Read more ...