elangkelana.com -- Chubu Airport di Jepang akan membuka ruang untuk shalat dan menawarkan makanan halal bagi wisatawan Muslim bertepatan dengan dimulainya rute baru ke Malaysia. Central Japan International Airport Co. mengumumkannya pada tanggal 4 Maret.
 (Malaysia) adalah daerah yang penuh vitalitas, dan kami memiliki harapan besar bahwa jumlah pengunjung dari sana akan meningkat,” kata Kenichi Suzuki, direktur divisi perencanaan promosi penjualan perusahaan tersebut. “Saya berharap untuk membuat bandara menjadi tempat yang orang-orang Muslim akan nantikan untuk berkunjung lagi.”
Menurut para pejabat, bandara ini akan membuka ruang shalat di lantai dua dari bangunan terminal pada tanggal 17 Maret, hari pertama rute baru ke Malaysia. Ruang berkarpet seluas 20 meter persegi akan memiliki tanda panah di langit-langit yang menunjuk ke arah Mekah, kota paling suci dalam agama Islam.
Sebuah ruang shalat berkarpet baru bagi umat Islam di Chubu Airport memiliki partisi untuk memisahkan pria dan wanita. Sebuah fasilitas serupa akan dibuat di daerah keberangkatan internasional di lantai tiga pada bulan April, kata para pejabat. Narita, Kansai, New Chitose dan bandara lainnya di Jepang memiliki ruang shalat yang sama bagi umat Islam, kata para pejabat.
Karena hukum Islam melarang konsumsi alkohol dan babi, beberapa restoran di gedung terminal Bandara Chubu akan menampilkan menu dengan berbagai item yang tidak mengandung bahan-bahan tersebut.
Awal layanan baru ini sejalan dengan dibukanya rute baru maskapai penerbangan murah AirAsia X yang menghubungkan bandara tersebut dengan Kuala Lumpur, ibukota Malaysia, sebuah negara di mana umat Islamnya mencapai 60 persen dari populasinya.
Menurut Japan National Tourism Organization (Organisasi Pariwisata Nasional Jepang), jumlah pengunjung dari Malaysia tahun lalu naik 35,6 persen dari tahun sebelumnya ke rekor 176.500, berkat persyaratan mudah bagi visa turis dan pertumbuhan ekonomi yang stabil di Malaysia.
Chubu Airport hanya memiliki satu rute ke dunia Islam – penerbangan ke Abu Dhabi, ibukota Uni Emirat Arab, yang ditawarkan oleh Etihad Airways dari negara tersebut.
Sumber : Japanesestation
Bening Pertiwi 13.00.00
Read more ...
Aku tidak berharap ada disana, saat kau membaca ini.
Sulit bagiku bicara serius di depanmu, karena selama ini kita lebih seperti anjing dan kucing, oh tidak aku lebih suka menyebut kita tom dan jerry. Sampai jumpa lain waktu, saat mungkin perasaan ini sudah berubah. Selamat tinggal pengisi hatiku.
Vidia

Ia melipat kertas itu, hati-hati. Kertas yang telah lusuh, karena dibacanya berulang kali sejak tiga bulan silam, sehari setelah keberangkatan Vidia untuk menggapai mimpinya ke Jepang. Ditatapnya lagi tiket dengan tujuan Jepang yang ada di tangannya. “Aku akan nyusul kamu Vid, dan tidak akan kubiarkan rasa itu berubah,” ucap Arven mantap.
Bening Pertiwi 15.47.00
Read more ...
INSPIRASI - Tempat Terbaik Untuk Menikmati Mekarnya Bunga Sakura di Jepang
elangkelana.com – Bermekarannya bunga sakura merupakan salah satu pemandangan alam paling indah di Jepang. Melihat bunga sakura merupakan salah satu agenda masyarakat di Jepang sana, atau biasa disebut dengan hanami. Mereka akan bepergian bersama keluarga, sahabat, pacar ataupun teman kantor sambil membawa bekal makanan dan minuman, ataupun sekedar cemilan untuk menikmati mekarnya bunga sakura. Acara piknik hanami sudah merupakan tradisi bagi masyarakat Jepang. Terdapat beberapa spot terbaik di Jepang untuk hanami bersama orang-orang terdekat anda.
Okinawa, merupakan salah satu tempat di Jepang di mana bunga sakura mulai mekar cukup cepat, yaitu pada akhir Januari, begitu pula di Hokkaido, namun pada umumnya di Jepang bunga sakura mulai bermekaran pada akhir Maret.
Ueno koen, Tokyo memiliki kurang lebih 1000 pohon sakura yang bermekaran begitu indah pada akhir Maret. Tempat ini merupakan salah satu tempat paling populer untuk hanami di Jepang.
Di Sakura-central Kyoto, anda akan mendapati pohon sakura yang sangat besar. Pemandangan di sini begitu indah, terutama saat malam hari, Mekarnya bunga sakura berpaduan dengan gemerlap lampu hias. Jika anda berada di Kyoto pada minggu kedua bulan april, pergilah ke kuil Daigo-ji , ada sebuah perayaan khusus yang sudah menjadi tradisi sejak 1598 untuk menikmati mekarnya bunga sakura.
Namun, bagaimanapun juga tempat terbaik untuk hanami adalah di Yoshino, puncak gunung kota Kansai. Di tempat tersebut bunga-bunga sakura yang rontok dari ribuan pohon sakura secara alami seperti membentuk karpet bunga sakura di sepanjang jalan mendaki menuju puncaknya. Sungguh merupakan pemandangan yang luar biasa. Selain itu jika anda berjalan sekitar 500 meter dari stasiun anda akan sampai di Kimpusen-ji, sebuah hall raksasa terbesar kedua di Jepang yang terbuat dari kayu. Yoshino merupakan tempat tujuan utama warga Jepang untuk hanami, karena itu bersiap-siaplah untuk berdesakan saking ramainya pengunjung di sana.
Sumber : Japanesestation

Bening Pertiwi 13.00.00
Read more ...
INSPIRASI – Jadwal Mekar Bunga Sakura di Jepang
elangkelana.com – Masyarakat pada umumnya mengenal bunga Sakura mekar di sekitar akhir Maret hingga awal April. Tapi ternyata di Jepang sana, bunga ini tidaklah mekar secara bersamaan.
Berikut adalah tanggal perkiraan pohon sakura membuka bunganya tahun ini (menurut Asosiasi Cuaca Jepang, kecuali Yoshino yang menurut Yoshino Town) dan perkiraan waktu yang terbaik untuk melihatnya (diperkirakan oleh japan-guide.com berdasarkan perkiraan yang telah disebutkan sebelumnya). Hujan, angin dan suhu dapat memiliki efek yang kuat pada proses musim, misalnya, mereka dapat mempercepat, memperlambat atau mempersingkatnya. Oleh karena itu, gunakan perkiraan ini sesuai keperluan kalian, terutama yang hendak pergi ke Jepang.

Sumber : Japanesestation

Bening Pertiwi 12.30.00
Read more ...

Eksotisme Nusakambangan, Selangkah Beranjak dari Pulau Jawa

          Klo ada yang bilang iseng, ya mungkin inilah klo Kelana lagi iseng. Hehehe ... suka jalan-jalan? Tempat ini bisa jadi alternatif tujuan selanjutnya. Sebenarnya, Kelana pertama kali—dan entah kapan lagi—datang kesini di tahun 2003 yang lalu. Lama banget ya? Tapi kenangan tentang tempat ini tidak pernah hilang. Sayangnya Kelana ga punya foto-foto koleksinya. Maklum masih kelas 3SMP waktu it, dan hp berkamera pun belum booming.
Cek gambar2nya aja yuk
Kabupaten Cilacap adalah salah satu kabupaten terbarat Jawa Tengah. Memiliki daerah yang cukup luas dengan bentuk memanjang, sebenarnya kurang menguntungkan bagi Cilacap. Apalagi kota Cilacap sebagai pusat administrasi kabupaten tidak terletak di tengah-tengah. Berbatasan dengan kabupaten Ciamis di  Jawa Barat, kabupaten Banyumas di timur dan di utara ada kabupaten Brebes.
Salah satu hal yang cukup terkenal di Cilacap adalah keberadaan pulau Nusakambangan yang terkenal sebagai pulau penjara. Hmmm ... mungkin sebutan ini tidak lagi tepat ya, sekarang ini. Karena dari 9 Lapas tempat narapidana kelas kakap ditahan, hanya tinggal empat lapas saja yang masih berfungsi hingga saat ini dan beberapa lapas baru. Dan dibalik kesan seramnya, pulau Nusakambangan ternyata menyimpan eksotisme alam luar biasa.
Untuk mencapai pulau Nusakambangan bisa dengan naik ferri dari pelabuhan Cilacap, dengan perjalanan sekitar 20 menit hingga 30 menit. Sepanjang perjalanan, akan disuguhi pesona hutan bakau dan juga desa nelayan di sepanjang pantai Cilacap.
Saat Kelana datang kesana tahun 2003 silam, hanya dua kapal yang akan menghubungkan Nusakambangan-Cilacap dalam satu minggu. Tapi berbeda dengan sekarang. Dengan semakin meningkatnya jumlah wisatawan, maka kapal yang menyeberang juga semakin banyak.
Begini ceritanya ...
Kami adalah rombongan pelajar yang tergabung dalam Gelar Anak Daerah Bercahaya (GADA Bercahaya), yang merupakan perwakilan dari tiap kecamatan se-kabupaten Cilacap. Hari itu tanggal 17 Agustus 2013 2003, setelah mengikuti upacara peringatan HUT RI di alun-alun kabupaten, kami diajak untuk menikmati suasana alam di pulau Nusakambangan.
Selama sekitar 20 menit di atas kapal penyeberangan, kami disuguhi dengan pamandangan hutan bakau dan desa nelayan di sisi kiri. Sebuah pemandangan alami khas pantai dan kehidupan para nelayan.

Rombongan kami datang melalui dermaga Sodong. Tiba di dermaga, kami kembali naik bis. Melewati jalanan aspal yang sudah lumayan baik, kami disuguhi jalanan berkelok, suara burung-burung, bukit dan banyak sekali tanaman rimbun di sepanjang jalan yang belum pernah dilihat sebelumnya. Kesan Kelana ... wow Kalau sekarang, jalanan ini pasti sudah mulus ya. Selain pemandangan hutan, kami juga disuguhi dengan melewati penjara Kembang kuning, penjara batu, serta gua naga dan akhirnya penjara permisan yang terkenal keangkerannya.
Perjalanan berakhir saat kami tiba di sebuah pantai pasir putih. Warna pasirnya putih bersih dengan hamparan pecahan kerang di permukaannya. Benar-benar bersih, karena nyaris tidak ada satupun bekas jejak kaki apalagi sampah yang berserakan seperti pantai pada umumnya. Dan meski lelah, saat menginjak pasir dan juga laut yang jernih, kami lupa kalau masih harus menempuh perjalanan panjang lagi.

Setelah dari pantai pasir putih, kami diajak menyusuri hutan. Meski panas saat berada di pantai, tapi semua berubah ‘nyes’ saat masuk hutan. Jalan setapak dari paving block rupanya sudah dibangun untuk para wisatawan. Dan lagi-lagi Kelana dibuat tercengang. Sangat banyak tanaman yang belum pernah Kelana lihat sebelumnya. Daun beraneka warna dan juga beraneka bentuk. Wuah ... sama sekali ga nyesel deh.
Dan setelah sekitar 10 menit berjalan kaki, sampailah kami pada tujuan. Pantai permisan. Nah kalau yang ini favorit Kelana. Sebuah karang di lepas pantai bagian selatan Nusakambangan dengan satu pohon kelapa di atasnya ditemani sebuah pisau komando yang tertancap. Entah apa sebenarnya makna dari pisau ini. Tapi ini adalah salah satu pemandangan eksotis di sisi pantai. Sayang waktu datang dulu, air laut sedang pasang, sehingga tidak bisa menyeberang. Padahal jika sedang surut, kita bisa saja dengan mudah menyeberang kesana. Menurut cerita, tempat ini masih sering digunakan oleh kopassus dalam acara-acara tertentu, seperti pemasangan baret.
Kalau yang ini, mereka beruntung sekali ya. Pasti air laut sedang surut, jadi mereka bisa menyeberang ke pulau karang nan cantik ini.
Setelah puas berkeliling pantai (puas? Blon lah ya), terpaksa kami pun berbalik. Di perjalanan kembali ini, kami sempat berhenti sejenak di goa Ratu. Salah satu goa yang ada di pulau Nusakambangan.
Goa Ratu memiliki panjang sekitar 4 km dengan lebar sekitar 20 meter. Memasuki goa ini memerlukan alat penerangan. Semakin ke dalam semakin indah, dengan taburan stalakmit dan stalaktit. Namun sayang, karena panjangnya goa ini, maka pengunjung hanya bisa memasuki goa ini hingga sekitar 50 meter.
Di balik keindahan Goa Ratu, tersembunyi sebuah misteri yang masih dipercaya oleh sebagian masyarakat. Konon, Goa Ratu merupakan istana siluman dan sering dipakai sebagai tempat pertemuan raja-raja siluman. Kepercayaan itu semakin seram karena adanya batu Ganda Mayit. Konon, batu itu mengeluarkan bau seperti mayat pada malam-malam tertentu, seperti malam Jumat Kliwon. Batu misteri lainnya adalah selendang Mayang. Bentuk batu selendang Mayang ini tinggi dan besar, dengan pilar-pilar di sekelilingya. Batu ini sebenarnya stalakmit yang terbentuk ribuan tahun lalu. Terletak di tikungan goa-salah satunya menembus ke Laut Selatan-, batu ini dipercaya bisa mengeluarkan cahaya pada malam-malam tertentu pada bulan Syuro. Konon, batu selendang Mayang ini dipercaya bisa memudahkan dalam mencarikan jodoh.
Selain goa Ratu, ada juga Goa Merah. Disebut Goa merah karena dindingnya berasal dari bebatuan berwarna merah. Dan pada tahun 1960-an, digunakan juga untuk pembantaian PKI. Sering disebut juga lubang buaya kedua. Sayangnya kami tidak sempat berkunjunjung ke goa ini. hiks
Sebenarnya, perjalanan kami berakhir disini. Mau tidak mau, kami harus kembali ke Cilacap untuk mengikuti kegiatan selanjutnya. Tapi ternyata masih ada satu obyek lain yang belum dibahas. Yup, benteng yang ada di pulau Nusakambangan.
Dengan Selat Segara Anakan yang bergelombang tenang-karena terhadang Nusakambangan- maka memudahkan kapal-kapal untuk merapat ke Pulau Jawa, tepatnya di Cilacap. Letaknya yang strategis itulah kemudian Portugis membangun Benteng Karang Bolong (Fort Karang Bolong) antara 1837-1855. Benteng ini kemudian direbut oleh kolonial Belanda.
Benteng ini berada di kaki pantai timur laut Nusakambangan dan dapat dicapai sekitar 20 menit dari dermaga Wijayapura. Memiliki lua sekitar 6000 m2, benteng yang terletak di kawasan hutan lindung ini memiliki tiga benteng utama. Salah satu bangunannya memiliki tiga lantai di permukaan. Di benteng ini terdapat ruang rapat besar serta dilengkapi meriam. Sedang dua benteng lainnya terdiri dari 2 lantai di permukaan.
Secara keseluruhan, benteng ini juga memiliki dua lantai di bawah tanah. Seperti layaknya benteng-benteng lainnya, benteng ini memiliki sejumlah ruangan, seperti barak prajurit, tahanan, ruang rapat, ruang penyimpanan amunisi dan lainnya. Benteng ini memang strategis karena bisa mengawasi jalur masuk ke Pulau Jawa-tepatnya sekarang menuju Pelabuhan Tanjung Intan, yang terdapat antara Benteng Pendem di Cilacap.
Bangunan yang terbuat dari batu bata berlapis aspal ini masih terlihat sangat kokoh. Hanya saja, sebagian besar bangunannya terlilit akar pohon yang banyak terdapat di seputaran benteng. Disarankan untuk membawa alat penerangan atau lebih baiknya headlamp bila ingin berjalan-jalan menelusuri lorong yang berada di bwah tanah. Konon, ada jalan bahwa laut yang menghubungkan benteng ini dengan benteng Pendem yang berada di seberang pulau.
Yang jelas, berada di benteng ini bisa melihat pemandangan laut dengan ombak besar menghantam pasir putih yang mempesona. Tertarik untuk berkunjung ke Nusakambangan? Nah, pilih hari libur karena perjalanan wisata hanya diijinkan pada hari libur. Dan anda tinggal memilih tempat wisata yang menjadi prioritas karena jarak satu dengan lainnya relatif jauh dan sebagian perjalanan hrus dilalui dengan jalan kaki.
Asyik kan? Kalau ada yang ngajak, Kelana mau deh kembali ke pulau ini. Masih sangat banyak tempat yang perlu untuk dikunjungi. Hehehe ... habis ini kemana lagi ya?
Bening Pertiwi 12.30.00
Read more ...